belidiamond.my.id - Phoenix akhirnya hadir di Zenless Zone Zero versi 3.3 sebagai Agent S-Rank Fire dengan specialty Anomaly.
Berbeda dari Anomaly DPS biasa, Phoenix mempunyai mekanik unik yang memungkinkan Attribute Anomaly DMG melakukan CRIT terhadap musuh yang terkena Sear. Karena itu, build Phoenix tidak boleh menggunakan pola DPS CRIT konvensional.
Stat paling penting justru Anomaly Mastery, kemudian Anomaly Proficiency dan ATK.
Kalau build-nya tepat, Phoenix bisa menjadi salah satu DPS Anomaly terkuat sekaligus meningkatkan damage Anomaly anggota tim lainnya.
W-Engine Terbaik Phoenix
1. Plume of Rebirth
Plume of Rebirth adalah W-Engine signature Phoenix dan pilihan terbaik untuknya.
W-Engine ini memberikan Anomaly Mastery serta 90 Anomaly Proficiency. Ketika Anomaly DMG dari anggota tim menghasilkan CRIT, Phoenix mendapatkan peningkatan Fire DMG.
Yang paling penting, tambahan Anomaly Mastery dari W-Engine ini membantu Phoenix mencapai breakpoint CRIT Anomaly.
2. Angel in the Shell
Angel in the Shell bisa menjadi alternatif premium.
W-Engine ini juga memberikan Anomaly Mastery dan 90 Anomaly Proficiency sehingga sangat membantu mencapai kebutuhan stat Phoenix.
Namun, efek tambahan yang membutuhkan Agent Ether tidak dapat dimanfaatkan Phoenix.
Jadi, senjata ini lebih berfungsi sebagai stat stick berkualitas tinggi.
3. Weeping Gemini
Untuk pilihan yang lebih mudah diakses, gunakan Weeping Gemini.
W-Engine ini memberikan tambahan Anomaly Proficiency yang bisa ditumpuk ketika anggota tim memberikan Attribute Anomaly.
Kekurangannya adalah tidak memberikan Anomaly Mastery, sehingga mencapai breakpoint CRIT Phoenix menjadi lebih sulit.
Drive Disc Terbaik Phoenix
Build yang paling aman untuk Phoenix adalah:
4-Piece Freedom Blues + 2-Piece Phaethon's Melody
Freedom Blues
Freedom Blues memberikan Anomaly Proficiency dari bonus 2-Piece.
Efek 4-Piece mengurangi Anomaly Buildup RES musuh setelah EX Special Attack mengenai target.
Efek ini sangat cocok dengan Phoenix karena semakin cepat Anomaly terpicu, semakin sering Phoenix bisa menghasilkan damage besar dari mekaniknya.
Phaethon's Melody
Gunakan 2-Piece Phaethon's Melody untuk mendapatkan tambahan Anomaly Mastery.
Bonus ini sangat penting karena Phoenix membutuhkan Anomaly Mastery awal untuk meningkatkan CRIT Rate dari Attribute Anomaly DMG.
Chaos Jazz juga bisa digunakan sebagai alternatif 4-Piece, terutama jika komposisi tim tidak memaksimalkan Freedom Blues.
Stat Phoenix Zenless Zone Zero
Prioritas Main Stat:
- Disc 4: Anomaly Proficiency
- Disc 5: Fire DMG Bonus atau PEN Ratio
- Disc 6: Anomaly Mastery
Prioritas Substat:
- Anomaly Proficiency
- ATK%
- PEN
- ATK
Target penting Phoenix adalah sekitar 255 Anomaly Mastery awal untuk memaksimalkan CRIT Rate dari Core Passive.
Jangan mengejar CRIT Rate dan CRIT DMG seperti DPS biasa.
Ini merupakan kesalahan build yang cukup fatal.
Phoenix mempunyai mekanik CRIT Anomaly sendiri sehingga CRIT Rate dan CRIT DMG konvensional bukan prioritas untuk meningkatkan damage Anomaly miliknya.
Skill Priority Phoenix
Urutan peningkatan skill yang direkomendasikan:
- Core Passive
- Basic Attack
- Special Attack
- Chain Attack
- Assist
- Dodge
Core Passive harus menjadi prioritas pertama karena hampir seluruh mekanik Phoenix berpusat pada Sear, Anomaly CRIT, Pyre, dan efek tambahan lainnya.
Basic Attack juga penting karena Purifying Flame merupakan salah satu sumber Abloom utama Phoenix.
Tim Terbaik Phoenix
Phoenix + Velina + Remielle Dan
Ini merupakan komposisi premium terbaik untuk Phoenix.
Phoenix menjadi Main DPS sekaligus driver Anomaly.
Velina memberikan Wind Anomaly dan membantu menghasilkan Vortex.
Remielle Dan memberikan buff besar serta tambahan damage Anomaly.
Sinerginya sangat kuat karena Phoenix dapat membuat Attribute Anomaly mereka mendapatkan keuntungan dari mekanik CRIT miliknya.
Yang menarik, Phoenix juga mendapatkan keuntungan dari Vortex milik Velina.
Jadi, ketiga karakter tidak hanya bekerja sebagai DPS + support biasa.
Mereka saling memperkuat mekanik Anomaly.
Phoenix + Velina + Yuzuha
Kalau belum mempunyai Remielle Dan, Yuzuha menjadi alternatif yang lebih mudah digunakan.
Yuzuha memberikan dukungan Anomaly yang membuat Phoenix tetap dapat bermain agresif.
Damage keseluruhan memang tidak setinggi komposisi premium, tetapi jauh lebih realistis untuk pemain yang tidak mempunyai seluruh karakter limited.
Pemain yang ingin mempersiapkan Monochrome atau kebutuhan akun lainnya juga dapat melakukan top up Zenless Zone Zero melalui Beli Diamond.
Cara Bermain Phoenix
Gameplay Phoenix berpusat pada pengumpulan Pyre dan memicu Abloom sebanyak mungkin.
Rotasi sederhananya:
- Terapkan Anomaly kepada musuh.
- Gunakan Combustion Attack untuk mengumpulkan Pyre.
- Saat Pyre mencukupi, gunakan Purifying Flame.
- Gunakan EX Special untuk mendapatkan Ascension.
- Lanjutkan ke EX Special berikutnya ketika tersedia.
- Manfaatkan Falling Sun untuk mendapatkan Ascension tambahan.
- Gunakan Ultimate ketika timing-nya tepat.
- Masuk kembali untuk memicu Soul-Searching Blaze dan Abloom.
Phoenix juga memiliki kemampuan unik untuk bertahan dari serangan fatal.
Ketika menerima damage yang seharusnya membuatnya gugur, Phoenix dapat memicu Rebirth dan kembali ke medan pertempuran dengan pemulihan HP.
Ultimate-nya juga mengorbankan HP sendiri untuk menghasilkan ledakan besar, kemudian memberikan kesempatan bagi Phoenix untuk memulihkan HP tersebut ketika kembali ke medan perang.
Jadi, jangan panik ketika HP Phoenix terlihat habis.
Memang begitu cara dia bekerja.
Kesalahan Build yang Harus Dihindari
Ada tiga kesalahan yang sebaiknya tidak dilakukan.
Pertama, membangun CRIT Rate dan CRIT DMG seperti DPS biasa.
Kedua, mengabaikan Anomaly Mastery.
Ketiga, memasukkan Phoenix ke sembarang tim tanpa memperhatikan sinergi Anomaly.
Phoenix mendapatkan nilai terbesar ketika memiliki rekan Anomaly yang mampu menghasilkan banyak Attribute Anomaly.
Semakin banyak Anomaly yang terjadi, semakin besar pula kesempatan Phoenix memanfaatkan mekanik Sear dan Abloom.
Apakah Phoenix Worth It?
Untuk pemain yang ingin membangun tim Anomaly, Phoenix sangat menarik.
Ia bukan hanya DPS Fire.
Phoenix juga berfungsi sebagai penguat damage Anomaly seluruh squad melalui mekanik CRIT khususnya.
Namun, ada satu kekurangan besar.
Phoenix cukup bergantung pada komposisi tim.
Kehadirannya jauh lebih optimal ketika dipasangkan dengan Velina, terutama karena sinergi Vortex dan Attribute Anomaly.
Jadi, pemain dengan roster Anomaly yang terbatas mungkin tidak langsung mendapatkan potensi maksimal Phoenix.
Kesimpulan
Build Phoenix Zenless Zone Zero terbaik berfokus pada Anomaly Mastery, Anomaly Proficiency, dan ATK.
Plume of Rebirth menjadi W-Engine terbaik, sedangkan Angel in the Shell dan Weeping Gemini dapat digunakan sebagai alternatif.
Untuk Drive Disc, 4-Piece Freedom Blues + 2-Piece Phaethon's Melody menjadi pilihan utama.
Gunakan Anomaly Proficiency pada Disc 4, Fire DMG Bonus atau PEN Ratio pada Disc 5, dan Anomaly Mastery pada Disc 6. Targetkan sekitar 255 Anomaly Mastery awal agar mekanik CRIT Anomaly Phoenix mencapai potensi maksimal.
Untuk tim, Phoenix + Velina + Remielle Dan menjadi kombinasi paling kuat. Jika belum memiliki Remielle Dan, Yuzuha dapat menjadi alternatif.
Intinya, jangan build Phoenix seperti DPS CRIT biasa.
Dia tidak membutuhkan tumpukan angka CRIT di layar.
Dia membutuhkan Anomaly Mastery yang tepat, Anomaly Proficiency tinggi, dan tim yang mampu membuat Anomaly terus bermunculan.
Kalau tiga hal itu sudah terpenuhi, Phoenix siap membuat musuh terbakar sampai lupa kapan terakhir kali melihat HP bar penuh.