belidiamond.my.id - Bayangkan menjadi pengisi suara resmi karakter Genshin Impact, melakukan livestream memainkan gamenya sendiri, lalu siaran tersebut justru terkena copyright.
Situasi aneh itulah yang dialami Mariko Honda, pengisi suara Jepang Sandrone. Live Genshin Impact VA JP Sandrone Kena Copyright ketika dirinya memainkan salah satu bagian cerita Genshin Impact.
Kasus tersebut semakin ramai karena Honda bukan satu-satunya korban. Sejumlah kreator lain juga melaporkan klaim serupa terhadap gameplay dan musik Genshin Impact.
Lantas, siapa sebenarnya yang melakukan klaim dan bagaimana tanggapan HoYoverse?
Livestream Mariko Honda Mendadak Diblokir
Mariko Honda diketahui melakukan livestream Genshin Impact dan memainkan Main Story Arlecchino.
Namun, siarannya tiba-tiba terkena klaim hak cipta hingga tidak dapat ditonton seperti biasa.
Honda kemudian mencoba berpindah ke stream lain, tetapi masalah serupa kembali terjadi.
Ia mengaku tidak mengetahui bagian apa yang dianggap bermasalah dan mulai mencari cara mengatasinya.
Kejadian tersebut langsung menarik perhatian komunitas.
Pasalnya, Honda bukan sekadar pemain biasa. Ia merupakan seiyuu Jepang Sandrone, salah satu karakter Genshin Impact.
Kalau pengisi suara karakternya sendiri sampai tidak bisa streaming gamenya, tentu ada sesuatu yang perlu diperiksa.
Siapa Mariko Honda?
Mariko Honda merupakan seiyuu Jepang yang mengisi suara Sandrone atau Marionette dalam Genshin Impact.
Sandrone merupakan salah satu Fatui Harbinger yang mempunyai hubungan erat dengan teknologi dan mesin.
Karakter tersebut menjadi semakin penting setelah perkembangan cerita Snezhnaya.
Karena keterlibatan langsung Honda dalam proyek Genshin Impact, pemblokiran livestream miliknya membuat kasus copyright ini mendapat sorotan jauh lebih besar.
Traveler yang masih aktif menjelajahi Teyvat dan membutuhkan Genesis Crystals juga dapat melakukan top up Genshin Impact melalui Beli Diamond.
Klaim Copyright Muncul dari Future TV Co., Ltd.
Nama yang menjadi sorotan adalah Future TV Co., Ltd.
Perusahaan tersebut dilaporkan muncul sebagai pihak yang mengajukan klaim terhadap sejumlah konten Genshin Impact.
Future TV bukan developer Genshin Impact dan bukan bagian dari HoYoverse.
Perusahaan ini bergerak di industri internet television di China dan mempunyai sejarah hubungan bisnis dengan CNTV serta Tencent.
Keterkaitan tersebut kemudian memicu berbagai teori di komunitas.
Namun, ada hal penting yang harus dibedakan antara fakta dan spekulasi.
Kemunculan Future TV sebagai claimant memang dilaporkan.
Sementara tuduhan bahwa Tencent secara sengaja berada di balik klaim tersebut belum mempunyai bukti yang dapat mengonfirmasinya.
Ternyata Bukan Cuma VA Sandrone
Kasus Mariko Honda bukan kejadian tunggal.
Sejumlah streamer dan kreator di YouTube maupun platform lain melaporkan masalah copyright ketika menampilkan gameplay Genshin Impact.
Bahkan terdapat laporan arsip gameplay Archon Quest Nod-Krai yang terkena klaim dari nama claimant serupa.
Hal tersebut membuat masalah ini semakin sulit dianggap sebagai kesalahan pada satu livestream saja.
Pertanyaan kemudian berubah dari “apa yang salah dengan stream Honda?” menjadi “mengapa gameplay Genshin Impact bisa diklaim perusahaan pihak ketiga?”
HoYoverse Akhirnya Buka Suara
Perkembangan penting muncul pada 9 September 2026.
Tim Genshin Impact mengakui telah menerima laporan mengenai sejumlah perusahaan pihak ketiga yang mengajukan klaim Content ID terhadap footage gameplay dan BGM Genshin Impact di YouTube.
Beberapa klaim bahkan menyebabkan livestream dihentikan.
Tim Genshin Impact menyatakan sedang melakukan investigasi dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Yang paling penting, mereka menegaskan bahwa miHoYo merupakan pemilik hak cipta footage gameplay dan musik Genshin Impact serta tidak memberikan izin kepada pihak claimant tersebut untuk mendaftarkan materi itu ke Content ID.
Artinya, masalah yang dialami para kreator memang dianggap tidak semestinya oleh pihak Genshin Impact sendiri.
Apa Itu Content ID?
Content ID adalah sistem otomatis YouTube yang memindai audio dan video untuk menemukan materi yang telah didaftarkan pemegang hak.
Jika terdapat kecocokan, sistem dapat memberikan klaim terhadap video.
Dampaknya bermacam-macam, mulai monetisasi dialihkan, video dibatasi, hingga tayangan tidak dapat diakses pada kondisi tertentu.
Masalah terjadi apabila materi didaftarkan oleh pihak yang sebenarnya tidak mempunyai hak untuk mengklaimnya.
Inilah yang sekarang sedang diselidiki dalam kasus Genshin Impact.
Benarkah Ini Sabotase Tencent?
Belum ada bukti.
Hubungan Future TV dengan Tencent membuat teori tersebut cepat berkembang di komunitas.
Namun, hubungan bisnis atau kepemilikan tidak otomatis membuktikan bahwa Tencent sengaja memerintahkan klaim terhadap livestream Genshin Impact.
Penyebab sebenarnya masih belum dipastikan.
Kemungkinannya dapat berkaitan dengan pendaftaran Content ID yang keliru, sistem otomatis, persoalan lisensi, atau faktor lain yang masih diperiksa.
Karena itu, menyebut kejadian ini sebagai sabotase Tencent saat ini terlalu jauh.
Internet memang suka speedrun menuju kesimpulan, tetapi investigasinya belum mencapai garis finis.
Apa yang Harus Dilakukan Kreator Jika Terkena Klaim?
Tim Genshin Impact meminta kreator yang terkena klaim mengajukan dispute melalui YouTube Studio.
Kreator juga diminta menyimpan informasi penting seperti:
- Judul video
- Jenis klaim
- Timestamp yang terkena klaim
- Nama claimant
- Screenshot detail copyright
Informasi tersebut dapat diteruskan kepada tim Genshin Impact untuk membantu investigasi.
Jadi, kreator sebaiknya tidak langsung menghapus video apabila menemukan klaim serupa.
Dokumentasikan terlebih dahulu seluruh detailnya.
Kesimpulan
Live Genshin Impact VA JP Sandrone Kena Copyright setelah livestream Mariko Honda mengalami pemblokiran ketika memainkan Genshin Impact.
Kasus tersebut ternyata bukan kejadian tunggal. Sejumlah kreator lain juga melaporkan klaim Content ID terhadap gameplay dan BGM Genshin Impact.
Nama Future TV Co., Ltd. ikut menjadi sorotan sebagai salah satu claimant, tetapi teori bahwa Tencent sengaja melakukan sabotase belum mempunyai bukti.
Pada 9 September 2026, tim Genshin Impact akhirnya mengakui masalah tersebut dan menegaskan bahwa pihak ketiga yang melakukan klaim tidak diberi izin untuk mendaftarkan footage dan musik Genshin Impact ke Content ID.
Untuk sekarang, investigasi masih berlangsung.
Ironis memang. Sandrone dikenal jago mengendalikan mesin, tetapi kali ini seiyuunya justru harus menghadapi mesin Content ID.
Baca berita gaming terkini di Beli Diamond.